Daerah  

Gelar Reses di Medan Petisah, Antonius Tumanggor Serap Aspirasi Warga Soal Sampah, Banjir hingga Lampu Jalan

oplus_2

HARIANMEDIARAKYAT, MEDAN – Persoalan sampah, banjir, administrasi kependudukan hingga lampu penerangan jalan menjadi keluhan utama warga saat mengikuti Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, yang digelar di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, Minggu (27/7/2026).

Sekitar 800 warga menghadiri kegiatan tersebut. Turut hadir Sekretaris Camat Medan Petisah Hotler Simanjuntak, Lurah Sei Putih Timur II Arijona Siregar, Kepala UPT Dinas SDABMBK Agustina Simbolon, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Medan Lambok Tambah, perwakilan Dinas Perhubungan Budi Hamdani, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kristina Sianipar, serta Ketua PAC IPK Medan Petisah Heri Walet Lubis beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Medan Petisah, Hotler Simanjuntak, menjelaskan bahwa reses merupakan kegiatan anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan menjadi program pemerintah.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena saat ini Kota Medan tengah memasuki musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir.

Keluhan pertama disampaikan Riswanto, warga Jalan PWS Gang Mawar, Kelurahan Sei Putih Timur II. Ia mengeluhkan sebuah rumah kosong yang kondisinya nyaris roboh dan dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga.

Menurutnya, tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau menyengat sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Kami berharap rumah kosong itu segera dibersihkan karena baunya sudah sangat mengganggu,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Lurah Sei Putih Timur II, Arijona Siregar, mengatakan lokasi tersebut sebenarnya sudah beberapa kali dibersihkan oleh pihak kelurahan bersama kepala lingkungan. Namun karena masih ada warga yang membuang sampah sembarangan, lokasi itu kembali dipenuhi sampah.

Ia mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungan dan menegur siapa saja yang kedapatan membuang sampah di tanah kosong maupun ke sungai.

“Senin nanti petugas P3SU kelurahan akan kembali melakukan pembersihan di lokasi tersebut,” katanya.

Kepala UPT Dinas SDABMBK, Agustina Simbolon, juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta rutin melakukan gotong royong. Ia memastikan drainase di lokasi yang dikeluhkan warga akan dilakukan pengorekan.

Persoalan banjir juga menjadi perhatian warga. Br Sitorus, warga Jalan Suro Nomor 1, mengaku kawasan tempat tinggalnya selalu tergenang setiap hujan deras turun.

Menurutnya, warga telah rutin bergotong royong membersihkan parit setiap minggu, namun banjir tetap terjadi karena saluran drainase dipenuhi sampah dan membutuhkan pengorekan.

“Bahkan kalau hujan deras kami terpaksa mengungsi karena air masuk ke rumah,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Nazamuddin Manurung yang mengaku telah tinggal selama 40 tahun di kawasan tersebut. Ia mengatakan hujan selama sekitar tiga jam saja sudah membuat rumah-rumah warga terendam banjir.

Ia juga mengusulkan adanya bambu sepanjang delapan meter yang dapat digunakan warga untuk mendorong tumpukan sampah agar tidak menyumbat aliran air saat hujan.

Selain itu, Dumaria Br Regar, warga Lingkungan III Jalan Sendok, mengeluhkan lampu penerangan jalan yang mati. Kondisi tersebut membuat kawasan menjadi gelap sehingga rawan tindak kriminal.

“Saya pernah menjadi korban pencopetan sekitar pukul 22.00 WIB karena kondisi jalan gelap,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Medan, Budi Hamdani, memastikan pihaknya akan melakukan pengecekan ke lapangan.

“Besok akan kami pantau mana lampu yang bisa diperbaiki dan mana yang harus diganti,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Novi juga menanyakan persoalan administrasi kependudukan terkait pencantuman marga anak dalam Kartu Keluarga.

Perwakilan Dinas Kependudukan menjelaskan pencantuman marga harus memiliki dasar administrasi. Apabila marga ayah tercantum dalam dokumen resmi seperti buku nikah, maka dapat dicantumkan dalam Kartu Keluarga sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Lili Siregar, warga Jalan Sewindu, mengeluhkan adanya lubang besar di depan rumahnya yang sering menyebabkan kecelakaan. Ia mengaku laporan yang telah disampaikan sebelumnya belum mendapatkan tindak lanjut.

Menanggapi hal tersebut, Antonius meminta kepala lingkungan segera membagikan titik lokasi kepada lurah agar dapat diteruskan kepada Dinas SDABMBK.

Agustina Simbolon juga meminta warga mengirimkan foto lokasi melalui kepala lingkungan agar penanganan dapat segera dilakukan.

“Kalau lokasi sudah dikirim, Senin akan kami kerjakan,” ujarnya.

Dalam sesi aspirasi, mahasiswa Said Riziq Panjaitan mengusulkan pembentukan bank sampah sebagai solusi mengurangi sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Ia juga berharap bantuan pemerintah dapat lebih tepat sasaran.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan pembentukan bank sampah harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti memiliki lokasi, kelompok pengelola, anggota aktif serta komitmen menjalankan program secara berkelanjutan.

“Bank sampah bukan sekadar mengumpulkan barang bekas untuk langsung dibayar. Konsepnya adalah menabung sampah dan harus dikelola secara konsisten. Jika kelompok sudah siap, silakan datang ke Dinas Lingkungan Hidup, nanti akan kami bantu proses pembentukan melalui surat keputusan,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Medan menjelaskan bantuan pendidikan yang dikelola pemerintah kota diperuntukkan bagi peserta didik jenjang TK, SD dan SMP negeri. Bantuan diberikan dalam bentuk Bantuan Siswa Miskin (BSM) tunai maupun bantuan perlengkapan sekolah, dengan syarat adanya rekomendasi dari sekolah dan surat keterangan tidak mampu dari lurah.

Menutup kegiatan reses, Antonius Devolis Tumanggor meminta seluruh organisasi perangkat daerah yang hadir segera menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan karena persoalan kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan saya bawa ke DPRD Kota Medan untuk diperjuangkan menjadi program Pemerintah Kota Medan. Namun saya juga berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Antonius.

Sebagai penutup, Antonius menghibur warga dengan menyanyikan beberapa lagu yang disambut antusias masyarakat yang hadir.

Exit mobile version