ORGANISASI BURUH FORDISBUNI LANGKAT HADIRI SOSPER DPRD SUMUT DRS H ABDUL KHOIR MM
Langkat_HarianmediaRakyat.com
Gerakan Buruh Forum Diskusi Perkebunan Indonesia (Fordisbuni) menghadiri kegiatan sosialisasi peraturan (Sosper) yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Drs. H. Abdul Khoir, MM, Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Jantera Wampu.
Acara ini turut dihadiri oleh hampir seluruh unsur instansi pemerintah dan elemen masyarakat. Di antaranya perwakilan Kecamatan Wampu yang diwakili oleh Sekretaris Camat, Ketua PCNU Wampu Ustadz Heru Ramadhani, S.Pd.I, para perwakilan kepala desa, jajaran organisasi buruh Fordisbuni, serta masyarakat setempat.
Kegiatan sosialisasi ini mengusung agenda penting mengenai pemahaman Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, yang dilengkapi dengan sesi wawasan kebangsaan sebagai ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Agenda tersebut bertujuan untuk memperkuat kesadaran ideologis serta meneguhkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, khususnya kalangan buruh.
Dalam kesempatan tersebut, Fordisbuni menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa dengan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi ini diharapkan menjadi sarana dialog yang konstruktif antara unsur buruh dan wakil rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan ke depan.
Ketua Forum Diskusi Perkebunan Indonesia (Fordisbuni) Kabupaten Langkat, Nabhani Tam, menegaskan bahwa kondisi buruh hari ini harus menjadi perhatian serius seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, “Pancasila dan nasib buruh hari ini berada pada posisi yang kerap berbanding terbalik. Di satu sisi, Pancasila menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Namun di sisi lain, buruh masih sering dihadapkan pada tekanan, intimidasi, dan ketidakpastian.”
Ia menambahkan, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila tidak boleh kalah oleh praktik intimidasi maupun tekanan terhadap buruh. Negara, menurutnya, wajib memastikan bahwa ideologi bangsa tersebut tidak hanya menjadi slogan, melainkan benar-benar hadir melindungi kaum pekerja.
“Pancasila harus nyata dalam menjamin hak berserikat, hak berpendapat, serta hak untuk hidup layak dan bermartabat. Kita juga harus menjunjung norma dan menolak segala bentuk perbudakan modern,” tegas
