Langkat-HarianmediaRakyat.com
25 September 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas III Langkat melaksanakan kegiatan panen timun di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ketapang sebagai wujud pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan berbasis pertanian yang bertujuan membekali WBP dengan keterampilan bercocok tanam sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Budidaya timun diawali dengan pengolahan lahan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan area tanam, pembuatan bedengan, hingga penanaman benih unggul. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal, petugas bersama WBP memberikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar yang dipadukan dengan pupuk NPK sesuai kebutuhan tanaman. Perawatan dilakukan secara rutin guna memastikan tanaman tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang berkualitas.
Dalam proses pertumbuhannya, tanaman timun memerlukan penyangga agar batang dan buah dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, setiap tanaman ditopang menggunakan bambu yang disusun sebagai ajir atau lanjaran sehingga tanaman dapat merambat dengan optimal. Selain membantu menjaga kualitas buah, penggunaan bambu juga memudahkan proses pemeliharaan dan panen.
Perawatan tanaman dilakukan secara intensif dengan penyiraman sebanyak dua kali setiap hari, yaitu pada pagi dan sore hari. Penyiraman yang rutin, ditambah dengan pemupukan dan pengendalian gulma secara berkala, membuat tanaman timun tumbuh subur hingga memasuki masa panen. Setelah melalui masa budidaya selama kurang lebih 40 hari sejak tanam, tanaman timun berhasil menghasilkan buah yang siap dipanen dengan kualitas yang baik.
Hasil panen timun dari SAE Ketapang ini selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai premi bagi Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan pembinaan kemandirian serta digunakan untuk mendukung kegiatan bantuan sosial. Melalui program ini, Lapas Pemuda Kelas III Langkat berharap dapat terus meningkatkan produktivitas SAE sekaligus memberikan manfaat nyata bagi WBP dan masyarakat, sejalan dengan semangat pembinaan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
