Penuhi Hak Integrasi, Rutan Tanjung Pura Gelar Sidang TPP Usulan CB dan PB Bagi 18 Warga Binaan                     

0

Tanjung Pura, HARIANMEDIARAKYAT – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura terus berkomitmen memberikan hak-hak warga binaan secara transparan dan akuntabel. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) terhadap 18 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sidang ini merupakan tahapan krusial dalam proses usulan program integrasi, yakni Cuti Bersyarat (CB) dan Pembebasan Bersyarat (PB), bagi mereka yang telah menunjukkan perubahan perilaku signifikan selama masa pidana. Jumat(20/02)  

Kegiatan yang berlangsung di aula Rutan ini menghadirkan pihak keluarga dari masing-masing warga binaan yang bertindak sebagai penjamin. Pelibatan keluarga dalam sidang TPP ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dukungan lingkungan sosial saat warga binaan kembali ke masyarakat kelak. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Bapas Pos Langkat, Bapak Sayuti, S.H., M.H., yang secara detail memberikan masukan, evaluasi, serta pengarahan terkait kewajiban warga binaan saat menjalani masa integrasi di luar rutan.

Karutan Tanjung Pura, Fransisco Pandia beserta jajaran pejabat struktural turut hadir memantau jalannya sidang untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dalam arahannya, Karutan menyampaikan bahwa program integrasi bukanlah kebebasan murni, melainkan sebuah amanah yang diberikan negara atas kepatuhan warga binaan terhadap aturan rutan dan keaktifan dalam mengikuti program pembinaan.

“Saya berpesan kepada 18 warga binaan yang diusulkan hari ini, jadikan momen ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. Manfaatkan kesempatan ini untuk menebus kesalahan masa lalu dan kembali ke tengah keluarga dengan semangat yang baru. Tolong ingat, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama” tegas Fransisco dalam sambutannya.

Melalui sinergi yang kuat antara pihak Rutan, Bapas Pos Langkat, serta peran aktif pihak keluarga sebagai pengawas di lapangan, diharapkan proses transisi ini dapat berjalan optimal. Dengan demikian, para warga binaan memiliki kesiapan mental, spiritual, serta keterampilan yang matang untuk berkontribusi positif dan diterima kembali dengan baik oleh masyarakat luas.

Sebarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *