HARIANMEDIARAKYAT, MEDAN — Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Medan kembali melaksanakan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan diberangkatkan ke Jepang melalui skema Government to Government (G to G).
Kegiatan tersebut merupakan Medical Check Up I bagi Calon Kandidat Program G to G Jepang Batch ke-20 yang digelar di RS PHC Medan, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (8/7/2026).
Pelaksanaan MCU tersebut ditinjau langsung Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara, Kombes Pol. Budi Novijanto, bersama jajaran. Kehadirannya disambut Direktur Utama RS PHC Medan, Aprilla Dwison, didampingi SVP corporate Secretary dan Pemasaran Devi Windari serta jajaran manajemen rumah sakit.
Dalam sambutannya, Aprilla Dwison mengatakan RS PHC Medan merupakan salah satu rumah sakit yang ditunjuk pemerintah melalui BP2MI untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran Indonesia yang akan ditempatkan di luar negeri, khususnya Jepang dan Korea Selatan.
Menurutnya, kerja sama antara RS PHC Medan dan BP2MI telah terjalin sejak 2003 dan terus berjalan dengan baik hingga kini.
“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga setiap calon pekerja migran memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan negara tujuan,” ujarnya.
Aprilla berharap kerja sama tersebut dapat diperluas ke negara tujuan lainnya, seperti Malaysia dan Singapura, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Ia juga menjelaskan bahwa PT Prima Husada Cipta Medan merupakan anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), sehingga memiliki komitmen mendukung berbagai program pemerintah, termasuk pelayanan kesehatan bagi calon pekerja migran Indonesia. Selain itu, RS PHC Medan membuka ruang evaluasi dari BP2MI dan seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan.
Aprilla mengungkapkan, sejak dipercaya melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran pada 2003 hingga 2025, RS PHC Medan telah melayani hampir 300 ribu peserta MCU yang akan ditempatkan di berbagai negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan sejumlah negara lainnya.
“Kami berharap sinergi dengan BP2MI terus diperkuat sehingga pelayanan kesehatan bagi calon pekerja migran semakin optimal dan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di luar negeri,” katanya.
**Apresiasi
Kepala BP3MI Sumatera Utara, Kombes Pol. Budi Novijanto, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara BP2MI dan RS PHC Medan dalam mendukung penempatan pekerja migran melalui jalur resmi Government to Government.
Ia mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan berlangsung sesuai standar yang ditetapkan.
“Medical check up merupakan tahapan yang sangat penting sebelum calon pekerja migran diberangkatkan. Karena itu kami ingin memastikan seluruh proses berjalan profesional dan sesuai standar kesehatan internasional,” ujarnya.
Budi mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan sekitar 20 negara untuk membuka peluang penempatan pekerja migran Indonesia melalui skema G to G. Selain Jepang, peluang penempatan juga diarahkan ke Korea Selatan, Jerman, dan sejumlah negara lainnya.
Menurutnya, perluasan kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja sekaligus membantu menekan angka pengangguran, khususnya di Sumatera Utara.
Ia menegaskan hasil medical check up merupakan salah satu persyaratan utama sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Kami berharap kerja sama dengan RS PHC Medan terus berlanjut sehingga seluruh calon pekerja migran memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang berkualitas sebelum diberangkatkan ke negara tujuan,” pungkasnya.
Medical Check Up Batch ke-20 berlangsung lancar dengan rangkaian pemeriksaan kesehatan sesuai standar yang ditetapkan. Tahapan tersebut menjadi syarat penting untuk memastikan setiap calon pekerja migran memiliki kondisi kesehatan yang memenuhi ketentuan internasional sebelum bekerja di luar negeri
Kepala BP3MI Sumatera Utara Kombes Pol. Budi Novijanto didampingi Direktur Utama RS PHC Medan Aprilla Dwison meninjau pelaksanaan MCU I bagi calon pekerja migran Indonesia Program G to G Jepang Batch ke-20 di RS PHC Medan, Belawan, Rabu (8/7/2026). Pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi salah satu syarat utama sebelum CPMI diberangkatkan ke negara tujuan. (Red)
