HARIANMEDIARAKYAT, LANGKAT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura terus berinovasi dalam mendukung program ketahanan pangan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membangun kandang ayam petelur di atas kolam lele sebagai bentuk optimalisasi lahan dan pengembangan sistem budidaya terpadu di lingkungan rutan.
Pembangunan kandang ayam tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilaksanakan di area ketahanan pangan Rutan Tanjung Pura, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Tanjung Pura bersama jajaran pegawai, serta dihadiri Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat.
Karutan Tanjung Pura menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan upaya memaksimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia agar mampu menghasilkan dua komoditas sekaligus, yakni telur ayam dan ikan lele, dalam satu kawasan budidaya.
“Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Dengan sistem terpadu, lahan yang terbatas dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kandang ayam di atas kolam lele tidak hanya berfungsi untuk menambah produksi pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pelatihan keterampilan bagi warga binaan dalam bidang peternakan dan perikanan.
Konsep budidaya terpadu tersebut dirancang dengan memperhatikan aspek teknis dan efisiensi. Kotoran ayam yang jatuh ke kolam dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alami yang merangsang pertumbuhan plankton dan organisme kecil lainnya sebagai pakan alami bagi ikan lele. Dengan demikian, kebutuhan pakan ikan dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas budidaya.
Selain meningkatkan efisiensi biaya operasional, sistem ini juga diharapkan mampu menghasilkan panen ganda yang memberikan manfaat lebih besar bagi program ketahanan pangan Rutan Tanjung Pura.
Ke depan, hasil budidaya ayam petelur dan ikan lele tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan internal rutan, meningkatkan kualitas gizi warga binaan, serta berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi institusi.
Melalui inovasi ini, Rutan Tanjung Pura berharap dapat menjadi contoh penerapan pertanian dan peternakan terpadu yang dapat direplikasi oleh satuan kerja lain di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
(Agung)












